Bismillahirrohmanirrohim
Akhir-akhir
ini lagi seneng-senengnya ketemu sama temen-temen, entah ketemu cuma sekedar “say
hello” aja, yeyeye lalala, lepas kangen, dan yang paling sering sharing sambil
cerita-cerita alay wkwkwk. Berhubung udah wisuda dan lagi free jadi punya
banyak waktu luang buat keluarga sama temen-temen ^_^
Alhamdulillah
banyak temen yang ikut seneng dengan sudah diwisudanya anak gaje ini :3, banyak
banget yang ngasih selamat sama do’ain ^_^, merciiii~~~ :*
Pas
ketemu temen-temen banyak obrolan ngalor ngidul yang al hasil bikin saya mikir.
Yang semula dari ucapan selamat untuk wisuda dan tes akhir sampai bahas ke masa
depan. Mereka menggambarkan kehidupan saya yang sepertinya di mata mereka indah
dan adem-adem aja (Aamiin).
Tapi
obrolan jadi tambah serius saat mereka mencoba membandingkan kehidupan mereka
dengan saya T______T
Mmmmmmm,
yang saya coba garis bawahi adalah beberapa perbandingan yang menurut mereka
kehidupan saya itu adem ayem dan bahagia, sedangkan kehidupan mereka yang
menurut mereka banyak sekali rintangan.
Jujur
saja, saya juga melihat kehidupan teman saya mendapat banyak sekali
kemudahan-kemudahan yang tidak saya dapatkan. Ada yang di berikan kemudahan
dalam financial, kemampuan dalam kemandirian, kemampuan dalam akademis dan
lain-lain.
Beberapa
waktu lalu teman saya bilang “Enak ya lin jadi kamu, ibu kamu orangnya kalem
banget dan penyayang. Dari aku kecil orang tuaku jarang perhatiin aku lin”.
Saya amat sangat bersyukur dilahirkan dari rahim seorang ibu yang penyayang dan
luar biasa hebatnya seperti ibu saya. Tapi jika bisa dibandingkan dengan teman
saya ini, banyak sekali hal yang tidak saya miliki namun dia dapat memilikinya
dengan mudah :)
Sejak
kecil teman saya ini memang kurang perhatian dari orang tuanya yang keduanya
masih sehat, berbeda dengan saya yang mendapatkan kasih sayang dari ibu tanpa
kehadiran seorang ayah karena beliau sudah meninggal saat usia saya masih 2
tahun.
Keluarga
teman saya ini bisa dibilang keluarga yang berada, sehingga sejak kecil teman
saya ini dengan mudah mendapatkan apa yang dia inginkan. Sedikit berbeda dengan
saya, bisa dibilang perjuangan ibu saya untuk membersarkan 6 bersaudara (yang
saat itu baru 1 anak yang lulus SMA dan adik saya masih berumur 6 bulan ketika
ayah saya meninggal) sendirian sangat tidak mudah. Masih jelas diingatan saya
betapa ibu berjuang untuk membesarkan kami T____T
Saya
rasa tidak sedikit yang merasa bahwa kehidupan orang lain terlihat sangat indah
dan menyenangkan. Namun jika kita bisa memasuki kehidupan orang tersebut,
sebenarnya tidak seindah yang kita banyangkan karena setiap manusia pasti
memiliki cerita duka tersendiri.
Dengan
keadaan seperti ini, saya terkadang menggambarkan kehidupan seperti buah
strawbery. Buah strawbery dengan warna yang merah terlihat sangat indah dan
menggoda, namun setelah kita makan ternyata rasanya asem bangetttt -_______-,
walaupun tidak semuanya K
Kita
semua tahu kalau setiap manusia pasti memiliki masalah dan duka
sendiri-sendiri. Tapi jangan sampai kita hanya memperhitungkan duka tanpa
melihat kemudahan dan kenikmatan yang di berikan Allah.
Mungkin
klise banget kalau saya bilang jika kita mencoba bersyukur maka hidup kita akan
lebih indah dan tentram. Tapi memang begitu kenyataan yang saya rasakan. Tapi
saya masih merasa kurang bersyukur dengan apa yang saya dapat T____T
“Jika kamu
bersyukur pasti Kutambah (nikmat-Ku) untukmu, dan bila kamu kufur, maka
sesungguhnya siksa-Ku amat pedih” (Q.S Ibrahim ayat 7)
Cukup
sekian curhatan Falin kali ini :3, semoga selalu jadi cermin buat diri sendiri
dan ga cuma di tulisan aja :). Maap kalau tulisan berantakan
wkwkwkw, udah kebiasaan dan sepertinya ga bakat jadi penulis yang baik heuheu
:3
Tidak ada komentar:
Posting Komentar