Aku bermimpi tentangmu semalam
Aku
bermimpi kamu hanya duduk, menikmati segelas kopi sambil mendengarkan lagu
Brian McKnight, memejamkan mata, kemudian sambil tersenyum menikmati
alunan-alunan dari headphonemu. Dengan begitu aku bisa memandangmu dengan
sepuas hatiku tanpa kamu perlu tau, dengan begitu aku bisa melihat senyummu
yang selalu membuat hatiku pun ikut berlagu.
“Aku
rindu kamu”, ingin sekali aku mengatakan itu saat malam sebelum tidurku, tapi
aku hanya berani memandangi kontakmu dihandphoneku, atau saat kamu mengirimkan
emoticon cium yang membuat ku terus bertanya dalam hati haruskah aku memencet
tombol hijau dan menanyakan maksud dari pesanmu.
Ah
mana berani aku menanyakan itu padamu. “Semalem ngigo ya? Sms nyasar tuh”, hanya
itu yang bisa keluar dari mulutku, dan kamu selalu meng “iya” kan semua
kata-kataku, setiap banyolan dari pesanmu itu keluar dari mulutku.
Duduk
berlama-lama denganmu tak pernah membuatku bosan. Kita sering membahas tentang
banyak hal. Kehidupan, persahabatan, politik, film, teknologi, sungguh aku tak
pernah bosan. Tak jarang kita berbeda pendapat, tak jarang pula kita berdebat
dengan argumen kita masing-masing.
Kamu
sangat keras kepala, tapi aku jauh lebih keras kepala, tapi kita selalu
menemukan jalan keluarnya. Aku yakin, jika kita bersama mungkin disetiap
pertengkaran akan ada jalan keluar, saling meminta maaf, kemudian bertengkar
lagi, meminta maaf lagi dan jatuh cinta kembali.
Catatan : Ini fiksi, terinspirasi dari Mas Ara, dari gaya penulisan dan muatannya :p
Catatan : Ini fiksi, terinspirasi dari Mas Ara, dari gaya penulisan dan muatannya :p
lanjutkan hhy
BalasHapusCieeee...
BalasHapus